Kamis, 04 Februari 2010

lidah

tak lebih sejengkal panjangnya
tempat tercecap segala rasa
manis, asam, asin, pahit
pun bahagia, resah, jengah, pedih

hanya sejengkal,
dari ujung hingga pangkal
tempat terucap segala sangkal

hanya sejengkal,
pada ujungmu terucap cinta
pada pangkalmu terucap dusta
pun bercabang dua, entah mengapa

hanya sejengkal,
aku dengar beribu sangkal
tentang kisah-kisah binal
pun dusta-dusta terjal

hanya sejengkal,
tempat segala rasa terjagal
pun segala dusta terpenggal
menyisakan luka tertinggal

hanya sejengkal,
entah mana kau pilih
menjadi pencinta atau pendusta

terserah,
tak hendak aku mendedah


(12 Januari 2010)

Tidak ada komentar: