Rabu, 29 Juli 2009

sebuah kisah tentangmu

: untuk Faizun Qomar

kisah lain tentang lelaki kampung, yang datang ketika ku murung.

ah, ku pikir tak ada beda. mereka adalah makhluk yang sama. gemar berbicara hal-hal manis, dan lantas berperilaku sinis.

dan, ketika dirimu datang dengan katakata manis, ku lebih suka berteriak histeris.
mengapa ? karena selama ini mereka yang gemar berkatakata manis benarbenar telah membuatku muak.

ternyata, lelaki kampung ini malah menghapus murungku. lelaki kampung ini tetap bersikap manis, meski ku histeris. sikap manis romantismu mampu hapus histeris jadi senyuman manis.

dan, ketika kau pergi, meski sesaat. ku merasa tersesat.

ah, lelaki kampung ini telah membuatku bingung. sebentar sikap manismu mampu hapus histeris jadi senyuman manis, dan katakata diplomatismu mampu buatku kembali menangis tiris.

dan, tepat di hari lahirmu, ku hanya ingin satu hal darimu: dirimu jadi pelindung hatiku, selamanya....

menjadi penjaga jiwa ketika ku mulai tak percaya pada cinta.
menjadi penunjuk jalan ketika ku mulai tersesat.
menjadi tanganku ketika ku tak mampu meraih.
menjadi langkah kakiku ketika ku mulai lelah melangkah.
menjadi semangatku ketika ku mulai jengah.
menjadi dirimu ketika ku mulai hilang diriku.

semoga....




- 7 Juli 2009 -

Tidak ada komentar: