Rabu, 29 Juli 2009

pesta semalam

dalam hingarbingar semalam, ku hanya mampu memandangimu dari kejauhan, melekat sosokmu dalam pekat. menjelang pagi, sisa hingarbingar masih melekat dalam ingat, lekat selekat kelam pada malam. menyisakan dingin pagi menusuk hingga ke sumsum tulang, seperti tatapmu yang menusuk hingga ke ujung jantung semalam.

mengapa kaki melangkah kembali ke kota ini, ketika hati telah enggan kembali. bayangan masa lalu yang masih meninggalkan nyeri. hinggarbinggar semalam pun tak sanggup menghapus nyeri. tatap-tatap lekat memandang asing, meski kalian tak pernah asing dalam ruang benakku. hingarbingar itu juga pernah jadi bagian hidupku.

ah, biarlah tatap-tatap lekat itu memandang lekat seolah perempuan laknat. ah, biarlah....

ku pergi bersama nyeri sekali lagi. ku akan hilang dalam diam di sela hinggarbingar. tempat ini mendadak asing bagi hati yang merindu kasih.



- 30 Mei 2009 -

Tidak ada komentar: