Jumat, 28 Agustus 2009

elegi cinta

langkahmu amat mudah tertebak. apakah kau ingin membuatku mati tersedak ?
dan, aku hanya memandang dengan terbahak. meski dalam hati saja.
maafkan aku, Cinta……

apakah kau lupa ?
aku yang menyentuh hatimu
ketika kau terluka cinta masa lalu itu
dan, kau telah telanjang di hadapanku
kau tak pandai berdusta padaku, Cinta

kau bilang padaku kau terluka
kau bilang kau lelah, ingin menyerah
dan, aku mendorongmu tanpa lelah

apakah kau lupa ?
kau tlah ceritakan semua cita-citamu padaku
termasuk nama anak-anakmu kelak

ya, nama anak-anakmu, Cinta…..
itu nama calon anakmu
dan, entah gambar siapa
aku tak hendak bertanya
atau menaruh curiga
biarlah kau sendiri yang cerita
karena kau pengamen berkamera
yang dikelilingi banyak wanita
dan, aku amat memahami gemerlap dunia kamera
termasuk konspirasi atas nama cinta

apakah kau lupa ?
aku yang membalut luka di jiwamu itu
akulah pemantik lintang kejoramu itu
seperti kau pernah tulis dalam pesan singkatmu

apakah kau lupa ?
bermalam-malam aku tlah mendengar curahanmu
bermalam-malam aku tlah menangis bersamamu
dan, bersenandung kidung Rumi untukmu

apakah kau lupa ?
kau bisa menipu dunia
bahwa kau telah menemukan cinta
meski dalam semalam

apakah kau lupa ?
kau tak pernah bisa menipuku
karena aku pernah masuk dalam hatimu
dan, kau paksa aku keluar dari dalamnya

entah apa tujuan langkahmu ini
menyakiti jiwamu sendiri

bukan hanya kau yang tersakiti, Cinta
juga Peri Nirmala yang tlah lama kau puja

sementara aku ?
aku lebih terluka, jika kau tak bahagia
karena aku mencintaimu tanpa karena
dan, masih menunggumu di jalan itu

Tidak ada komentar: