Sabtu, 20 November 2010

elegi pagi

1
mulai belajar menghapus mimpi,
yang datang diam-diam menjelang pagi.
bukan karena takut mimpi itu tak akan terjadi
esok pagi atau suatu hari nanti.

belajar menghapus mimpi.
dan mulai melangkah kaki serta menjentik jemari.
sebelum mentari mengencani pagi.
: mimpi-mimpi itu tak perlu lagi datang diam-diam menjelang pagi.

sebab telah kubakar mimpi-mimpi itu dalam tungku api,
yang baranya dinyalakan dari serpihan-serpihan hati,
yang kau pecahkan kemarin pagi.

2
menghapus abu-abu dari ingatan masa lalu,
yang datang tiba-tiba pada bawah sadarku.
tentangmu, lelaki di simpang tugu.

membuang pahit empedu,
yang masih tertinggal pada pangkal lidahku.
tentangmu, kisah cinta biru.

ah, bukan pekerjaan mudah untukku
meski waktu tak pernah jemu
berjalan satu demi satu.

: tiba-tiba ingin mengadu kepala dengan batu.
hingga segala terlupa dalam amnesia tentangmu.




(20 November 2010)

Tidak ada komentar: