Rabu, 11 Maret 2009

catatan di pinggir penumping

buat bram seto


ketika hati
telah serupa kotakbesi
dingin
terkunci

di manakah kau simpan kunci itu, kekasihku?
bukankah setahun lalu,
kunci itu pernah kau serahkan padaku?
seraya berkata:
"renjana ini untukmu, cintaku."

ingatkah kau?
lantas ke mana kau
kubur renjana itu, kekasihku?
dalam palung hatimu?

jangan!!!
biarkan renjana itu
merekah indah
dalam wadah

jangan ingkari nurani,
bahwa dirimu juga layak bermimpi:
bahwa kita adalah satu diri
satu hati

biarlah diri
biarlah hati
saling mengerling
dalam puingpuing bising
melenting di pinggir penumping

Tidak ada komentar: