mungkin saja kau telah jadi hujan
pada kemarau, yang pernah menghampiriku
atau mungkin kau sekadar menjelma embun,
yang telah mampir pada pagiku
mungkin...
sayang, kau tak pernah sadar
bila hujan yang mampir itu
telah menawanku begitu rupa
dan, kau pun tak pernah sadar
bila embun yang menetes pada keningku
telah jadi luka pada ruang jiwaku
ah, mengapa kau memilihku ?
untuk kau simpan pada ladang hatimu
sebab aku selembar daun,
yang ngungun di antara ribuan daun
pada belantara hutanmu
biarkan saja aku menua
dan, terjatuh pada tanahku
sebab itulah takdirku
(27 Februari 2010)
Hidup itu pilihan, bergantung pada isi kepala dan hati Anda dalam menjalaninya (Ririe Rengganis).
Jumat, 26 Februari 2010
maaf, bila aku tak setia
bila kau pikir aku setia,
maka kau salah sangka
sebab aku sedang menerbangkan luka
bersama asap-asap dupa,
yang memedihkan mata
pun menoreh luka pada jiwa mereka,
yang gemar memuja cinta
sedang tangan-kaki mereka merajam jiwa
itu sebabnya pernah kukatakan padamu,
yang begitu mencintaiku
hingga buta segalamu
maafkan aku...
(26 Februari 2010)
maka kau salah sangka
sebab aku sedang menerbangkan luka
bersama asap-asap dupa,
yang memedihkan mata
pun menoreh luka pada jiwa mereka,
yang gemar memuja cinta
sedang tangan-kaki mereka merajam jiwa
itu sebabnya pernah kukatakan padamu,
yang begitu mencintaiku
hingga buta segalamu
maafkan aku...
(26 Februari 2010)
Kamis, 25 Februari 2010
melukat hasrat
menerbangkan asa
pada gugusan mega
menghembuskan cinta
dalam helaian kabut
membekukan rindu
dalam butiran hujan
dan, biarlah segalanya
mengalir menuju muara
pada lautan lepas,
tempat segala hasrat
berenang bebas
menuju samudra tanpa batas
(25 Februari 2010)
pada gugusan mega
menghembuskan cinta
dalam helaian kabut
membekukan rindu
dalam butiran hujan
dan, biarlah segalanya
mengalir menuju muara
pada lautan lepas,
tempat segala hasrat
berenang bebas
menuju samudra tanpa batas
(25 Februari 2010)
puja pada pagi buta
terbangun pada pagi buta
terbersit ingatan tentang magenta,
yang terlarang untuk dicinta
sebab ia telah bahagia dalam surga kecilnya
dan, pada pagi buta
kuterbangkan puja bagi magenta,
selalu damai dan bahagia dalam surga kecilnya
pun kuterbangkan puja bagi jiwa pengembara
menujumu, sang mahacinta
(25 Februari 2010)
terbersit ingatan tentang magenta,
yang terlarang untuk dicinta
sebab ia telah bahagia dalam surga kecilnya
dan, pada pagi buta
kuterbangkan puja bagi magenta,
selalu damai dan bahagia dalam surga kecilnya
pun kuterbangkan puja bagi jiwa pengembara
menujumu, sang mahacinta
(25 Februari 2010)
Selasa, 23 Februari 2010
- no title -
you said,
i'm so stupid
waiting for a cupid
passing through into my eyelid
and i said,
you're so dull
playing games with a stupid doll
that you call Beauty Caroll
(23 Februari 2010)
i'm so stupid
waiting for a cupid
passing through into my eyelid
and i said,
you're so dull
playing games with a stupid doll
that you call Beauty Caroll
(23 Februari 2010)
Senin, 22 Februari 2010
perempuan yang berlayar tanpa sauh dan bidadari bersayap hitam
pada butir-butir peluh itu,
tak pernah kau simpan keluh
meski telah sering lelakimu selingkuh
di ranjang-ranjang penuh lenguh
dan, tetap kau melangkah angkuh
tak pernah sedikit pun jiwamu mengaduh
sedang tubuhmu terus berlayar tanpa sauh
mengarungi gelombang yang teguh
menggoyang perahumu dengan begitu riuh
duh, mengapa kau tetap begitu teguh
menyimpan lelaki yang gemar selingkuh
pada sudut hatimu, tanpa sedikit pun keluh
aaarrrggghhh !!!
lebih baik aku pergi menjauh atau lelaki itu kubunuh
dengan ujung-ujung jemariku yang kian melepuh
sebab mereka sedang haus ludira lelaki peselingkuh
(22 Februari 2010)
tak pernah kau simpan keluh
meski telah sering lelakimu selingkuh
di ranjang-ranjang penuh lenguh
dan, tetap kau melangkah angkuh
tak pernah sedikit pun jiwamu mengaduh
sedang tubuhmu terus berlayar tanpa sauh
mengarungi gelombang yang teguh
menggoyang perahumu dengan begitu riuh
duh, mengapa kau tetap begitu teguh
menyimpan lelaki yang gemar selingkuh
pada sudut hatimu, tanpa sedikit pun keluh
aaarrrggghhh !!!
lebih baik aku pergi menjauh atau lelaki itu kubunuh
dengan ujung-ujung jemariku yang kian melepuh
sebab mereka sedang haus ludira lelaki peselingkuh
(22 Februari 2010)
Minggu, 21 Februari 2010
biarkan aku terbang, sebab aku terlahir sebagai kunang-kunang
jalinan benang,
yang mengikat ruang sayang
di antara kita telah kupotong tadi siang
dan, kupakai menerbangkan layang-layang
di tanah lapang, tempat kita bertemu pandang
sebab telah kubuang segala kenang
tentang gelap jalan panjang,
yang membayang di belakang
sebab langkah-langkah kaki ini
milik masa depan, yang teramat sayang
bila dibuang tanpa berjuang
dan, kau tak perlu lagi membuang
segala rayu tentang sayang
sebab aku bukan lagi remaja belia,
yang masih percaya dusta bersemir cinta
maafkan aku, Sayang...
biarkan aku kembali bebas terbang
sebab aku terlahir sebagai kunang-kunang
dan, takdirku adalah memberi terang
bagi mereka yang merindu pulang
(22 Februari 2010)
yang mengikat ruang sayang
di antara kita telah kupotong tadi siang
dan, kupakai menerbangkan layang-layang
di tanah lapang, tempat kita bertemu pandang
sebab telah kubuang segala kenang
tentang gelap jalan panjang,
yang membayang di belakang
sebab langkah-langkah kaki ini
milik masa depan, yang teramat sayang
bila dibuang tanpa berjuang
dan, kau tak perlu lagi membuang
segala rayu tentang sayang
sebab aku bukan lagi remaja belia,
yang masih percaya dusta bersemir cinta
maafkan aku, Sayang...
biarkan aku kembali bebas terbang
sebab aku terlahir sebagai kunang-kunang
dan, takdirku adalah memberi terang
bagi mereka yang merindu pulang
(22 Februari 2010)
doaku pada janji sucimu
janji suci telah terucap pagi ini
di antara kau dan sang bidadari
sedang aku hanya mampu merapal doa pada sunyi
sebab langkah-langkah kaki
telah memilih pergi
darimu, lelaki yang sempat menghuni hati
sebagai alunan melodi
pun elegi
semoga bahagia untuk kalian berdua,
pasangan bahagia penghuni surga
(21 Februari 2010)
di antara kau dan sang bidadari
sedang aku hanya mampu merapal doa pada sunyi
sebab langkah-langkah kaki
telah memilih pergi
darimu, lelaki yang sempat menghuni hati
sebagai alunan melodi
pun elegi
semoga bahagia untuk kalian berdua,
pasangan bahagia penghuni surga
(21 Februari 2010)
tiga lelaki di luar jendela
1
tentang satu dari si kembar,
yang gemar mengumbar
kesenangan masa remaja
meski usiamu tak lagi belia
masih tentang satu dari si kembar,
yang masih gemar hura-hura
tercoret dari catatan jiwa
sebab kau belum pantas jadi tambatan jiwa
2
tentang si biru,
yang selalu kurindu
dari balik jendela kelasku
di balik kacamatamu
masih tentang si biru,
yang masih kurindu
meski waktu telah lama berlalu
sayang, hatimu tak merindu padaku
3
tentang si magenta,
pun terlihat dari balik jendela
yang gemar hura-hura
dan jadi pujaan banyak wanita
masih tentang si magenta,
yang masih menyimpan pesona
pada senyum dan tatap mata
sayang, jiwamu telah tertambat padanya
dan, tiga lelaki di luar jendela,
yang punya cerita istimewa
dalam sebuah bingkai jiwa
kini, tertinggal cerita semata
sebab aku telah menjelma pupa,
yang tergantung di ujung dahan pohon puja
(21 Februari 2010)
tentang satu dari si kembar,
yang gemar mengumbar
kesenangan masa remaja
meski usiamu tak lagi belia
masih tentang satu dari si kembar,
yang masih gemar hura-hura
tercoret dari catatan jiwa
sebab kau belum pantas jadi tambatan jiwa
2
tentang si biru,
yang selalu kurindu
dari balik jendela kelasku
di balik kacamatamu
masih tentang si biru,
yang masih kurindu
meski waktu telah lama berlalu
sayang, hatimu tak merindu padaku
3
tentang si magenta,
pun terlihat dari balik jendela
yang gemar hura-hura
dan jadi pujaan banyak wanita
masih tentang si magenta,
yang masih menyimpan pesona
pada senyum dan tatap mata
sayang, jiwamu telah tertambat padanya
dan, tiga lelaki di luar jendela,
yang punya cerita istimewa
dalam sebuah bingkai jiwa
kini, tertinggal cerita semata
sebab aku telah menjelma pupa,
yang tergantung di ujung dahan pohon puja
(21 Februari 2010)
sisa mimpi buruk semalam
mentari pagi menjenguk malu-malu
pada jendela kamarku
sedang aku masih saja termangu
mencoba menghalau segala galau
tentang mimpi buruk itu,
yang mampir pada akhir lelapku
ah, mimpi buruk sialan !!!
tentang sisa pertengkaran semalam
padamu yang meragu
atas rindu yang menjelma belenggu
pada sekujur jiwaku
hingga langkah-langkah kaki
berkeras melangkah pergi
menyusuri jalan sunyi
untuk bertemu denganmu, belahan hati
dan, bila kau tetap tak peduli
pun masih saja memaki
padaku yang merindumu, belahan hati
lebih baik aku menjauh pergi
darimu, yang gemar ingkar janji
atas sebuah temu
sebab aku tak hendak mengiba padamu
selamat tinggal, belahan hati
semoga kita tak bertemu kembali
pada kehidupan ini atau nanti
sebab aku tak ingin lagi peduli
pada segala rasa ini
(21 Februari 2010)
pada jendela kamarku
sedang aku masih saja termangu
mencoba menghalau segala galau
tentang mimpi buruk itu,
yang mampir pada akhir lelapku
ah, mimpi buruk sialan !!!
tentang sisa pertengkaran semalam
padamu yang meragu
atas rindu yang menjelma belenggu
pada sekujur jiwaku
hingga langkah-langkah kaki
berkeras melangkah pergi
menyusuri jalan sunyi
untuk bertemu denganmu, belahan hati
dan, bila kau tetap tak peduli
pun masih saja memaki
padaku yang merindumu, belahan hati
lebih baik aku menjauh pergi
darimu, yang gemar ingkar janji
atas sebuah temu
sebab aku tak hendak mengiba padamu
selamat tinggal, belahan hati
semoga kita tak bertemu kembali
pada kehidupan ini atau nanti
sebab aku tak ingin lagi peduli
pada segala rasa ini
(21 Februari 2010)
Langganan:
Postingan (Atom)