kemarin aku adalah telaga teduh, yang tak pernah mengaduh
kemarin aku adalah telaga jernih, yang tak peduli pada perih
kemarin aku telaga indah, yang tak kenal lelah
kini, aku adalah telaga keruh, yang sedang merasa jenuh
yang sedang merasa rapuh
begitu banyak sampah dilempar ke dalamku, begitu banyak batu dilempar ke dalamku, begitu banyak garam dituang ke dalamku, begitu banyak kotoran dibuang ke dalamku.
jika menurutmu aku masih terlalu jernih, lemparkan lagi kotoran ke dalamku.
kencingi saja sekalian, buang kotoran saja sekalian, terserah kalian.
aku hanya telaga, yang tak mampu berbuat apa-apa
yang tak mampu berkata-kata, karena tak pernah ada yang percaya pada telaga yang berbicara.
- 30 Juli 2009 -
Hidup itu pilihan, bergantung pada isi kepala dan hati Anda dalam menjalaninya (Ririe Rengganis).
Kamis, 30 Juli 2009
dilarang menulis
kelak, ketika jemariku dilarang menulis
lebih baik jika jemariku diiris dan tubuhku dikurung dalam teralis
atau tikam saja jantungku dengan linggis
memang terdengar sadis
sama seperti ketika jemariku dilarang menulis
karena aku hanya bisa menulis
menulis
menulis
menulis
- 27 Juli 2009 -
lebih baik jika jemariku diiris dan tubuhku dikurung dalam teralis
atau tikam saja jantungku dengan linggis
memang terdengar sadis
sama seperti ketika jemariku dilarang menulis
karena aku hanya bisa menulis
menulis
menulis
menulis
- 27 Juli 2009 -
doa untuk malaikat pelindungku
: untuk Alm. Bapak Sudibyo
hari ini, aku kembali merapuh. mengingat semua petuahmu. airmata rindu mengalir kembali untukmu.
setahun, sebelum kepergianmu. di beranda itu, kita berdua berbicara. kau banyak bercerita tentang masa kecilku, tentang ayahku, tentang ibuku, tentang masa lalu.
kau bilang, aku adalah putri kecilmu juga, di antara empat jagoan yang telah kau punya. ada bangga dalam dada, ketika kata itu terucap dari bibirmu yang bijak. hingga kini, gema kata itu masih tersimpan dalam hatiku.
kau begitu kasih padaku, mungkin saja melebihi kasih ayah padaku. perempuan kecil itu aku, dan aku belajar banyak darimu. hingga kini, aku mampu berdiri di atas kedua kakiku.
teringat petuahmu: hiduplah seperti air, memberi hidup bagi siapapun. menyirami hati siapapun. meski orang itu akan membuang sampah terbusuk ke dalam dirimu, ampuni mereka, kasihi mereka.
akan ku ingat petuahmu, Pakde Dib-ku....
maafkan aku, tak mampu menjadi putri kecil yang baik untukmu. ketika jasadmu kembali pada-Nya, aku tak mampu hadir di sampingmu karena tugas negara yang dibebankan di bahuku waktu itu.
Pakde, semoga kau selalu damai dalam surga-Nya. doaku tak pernah terputus untukmu. karena hanya doa tulus yang mampu ku berikan untuk lelaki sebaik dirimu.
Tuhan telah menciptakanmu ke dunia sebagai malaikat pelindungku. Kini, damailah dirimu bersama para malaikat di dalam surga-Nya.
Amin.
- 27 Juli 2009 -
hari ini, aku kembali merapuh. mengingat semua petuahmu. airmata rindu mengalir kembali untukmu.
setahun, sebelum kepergianmu. di beranda itu, kita berdua berbicara. kau banyak bercerita tentang masa kecilku, tentang ayahku, tentang ibuku, tentang masa lalu.
kau bilang, aku adalah putri kecilmu juga, di antara empat jagoan yang telah kau punya. ada bangga dalam dada, ketika kata itu terucap dari bibirmu yang bijak. hingga kini, gema kata itu masih tersimpan dalam hatiku.
kau begitu kasih padaku, mungkin saja melebihi kasih ayah padaku. perempuan kecil itu aku, dan aku belajar banyak darimu. hingga kini, aku mampu berdiri di atas kedua kakiku.
teringat petuahmu: hiduplah seperti air, memberi hidup bagi siapapun. menyirami hati siapapun. meski orang itu akan membuang sampah terbusuk ke dalam dirimu, ampuni mereka, kasihi mereka.
akan ku ingat petuahmu, Pakde Dib-ku....
maafkan aku, tak mampu menjadi putri kecil yang baik untukmu. ketika jasadmu kembali pada-Nya, aku tak mampu hadir di sampingmu karena tugas negara yang dibebankan di bahuku waktu itu.
Pakde, semoga kau selalu damai dalam surga-Nya. doaku tak pernah terputus untukmu. karena hanya doa tulus yang mampu ku berikan untuk lelaki sebaik dirimu.
Tuhan telah menciptakanmu ke dunia sebagai malaikat pelindungku. Kini, damailah dirimu bersama para malaikat di dalam surga-Nya.
Amin.
- 27 Juli 2009 -
dalam diamku
jika tak mampu menggunakan kata, lebih baik tak usah bicara. jika tak paham makna kata, lebih baik gunakan dengan bijak.
jika ingin memakiku, silahkan. tak perlu malu-malu. akan ku telan semua makianmu.
waktu tak akan pernah dapat diputar ulang, aku pun tak pernah tahu sejarah masa laluku. satu hal yang ku tahu: aku dilahirkan dari rahim ibuku.
aku bangga pada ibuku, meski kini ia telah beranjak uzur dan punggungnya rapuh. aku tak pernah meminta bantuan untuk setiap masalah pribadiku apalagi bersembunyi di balik punggungnya.
aku hanya menghormatinya, karena nyawaku pun tak pernah mampu membayar lelah ibu ketika mengandung, melahirkan, dan membesarkanku.
ah, biarlah. meski kau bilang aku tak punya otak atau perempuan jalang sekali pun, aku telan. mungkin hanya kata-kata semacam itu yang bisa kau katakan, karena hanya itu yang pernah kau dapatkan sebagai bahan pelajaran.
aku lebih memilih diam, karena kau pun lebih memilih untuk tak mengenalku. aku memang bukan siapa-siapa, hanya putri kecil ibuku. dan, akan selalu jadi putri kecil di matanya.
satu hal yang akan ku lakukan untuknya:
membuatnya bangga dengan tidak mengkhianati amanahnya.
dalam diamku, aku hanya akan jadi penonton dari sandiwara hidupmu. dalam diamku, aku akan telan semua makianmu. dalam diamku, aku akan tetap berdoa untukmu: semoga Tuhan mengampunimu.
- 27 Juli 2009 -
jika ingin memakiku, silahkan. tak perlu malu-malu. akan ku telan semua makianmu.
waktu tak akan pernah dapat diputar ulang, aku pun tak pernah tahu sejarah masa laluku. satu hal yang ku tahu: aku dilahirkan dari rahim ibuku.
aku bangga pada ibuku, meski kini ia telah beranjak uzur dan punggungnya rapuh. aku tak pernah meminta bantuan untuk setiap masalah pribadiku apalagi bersembunyi di balik punggungnya.
aku hanya menghormatinya, karena nyawaku pun tak pernah mampu membayar lelah ibu ketika mengandung, melahirkan, dan membesarkanku.
ah, biarlah. meski kau bilang aku tak punya otak atau perempuan jalang sekali pun, aku telan. mungkin hanya kata-kata semacam itu yang bisa kau katakan, karena hanya itu yang pernah kau dapatkan sebagai bahan pelajaran.
aku lebih memilih diam, karena kau pun lebih memilih untuk tak mengenalku. aku memang bukan siapa-siapa, hanya putri kecil ibuku. dan, akan selalu jadi putri kecil di matanya.
satu hal yang akan ku lakukan untuknya:
membuatnya bangga dengan tidak mengkhianati amanahnya.
dalam diamku, aku hanya akan jadi penonton dari sandiwara hidupmu. dalam diamku, aku akan telan semua makianmu. dalam diamku, aku akan tetap berdoa untukmu: semoga Tuhan mengampunimu.
- 27 Juli 2009 -
sungai dan air terjun
kau adalah sungai
mengalir begitu tenang
menghidupi segala yang kau lalui
ikan-ikan riuh berenang
sementara aku adalah air terjun
mengalir begitu deras
di ujung sana, ku hantam segala bebatuan
ku biarkan segalanya terkena tampias
kaulah sungai
hiruk dengan segala rinai
akulah air terjun
pikuk dengan segala curahan
kaulah sungai
akulah air terjun
hati
tak terpisahkan
hingga nanti
- 25 Juli 2009 -
mengalir begitu tenang
menghidupi segala yang kau lalui
ikan-ikan riuh berenang
sementara aku adalah air terjun
mengalir begitu deras
di ujung sana, ku hantam segala bebatuan
ku biarkan segalanya terkena tampias
kaulah sungai
hiruk dengan segala rinai
akulah air terjun
pikuk dengan segala curahan
kaulah sungai
akulah air terjun
hati
tak terpisahkan
hingga nanti
- 25 Juli 2009 -
akulah air
akulah air asal mula kejadianmu di dunia. dan, aku menjelma tetesan sperma dalam kelaminmu.
akulah air dalam aliran tubuhmu. dan, aku menjelma tetesan darah dalam tubuhmu.
akulah air pertanda duka dalam hatimu. dan, aku menjelma airmata dalam pelupukmu.
akulah air penghapus dahagamu. dan, aku menjelma air dalam gelas minummu.
akulah air penyejuk setiap pagimu. dan, aku menjelma tetesan embun di setiap pagimu.
akulah air penghapus dosamu. dan, aku menjelma air dalam setiap wudlumu.
akulah air pendingin terik mentari dalam kemaraumu. dan, aku menjelma rinai hujan dalam musim penghujanmu.
akulah air sahabatmu, ketika kau mampu menjadi sahabatku.
dan, akulah air musuhmu, ketika kau hanya mampu menjadi musuhku.
ketika itu terjadi, aku akan menjelma air bah penyapu kehidupan di muka bumi. dan, aku menjelma tsunami.
- 23 Juli 2009 -
akulah air dalam aliran tubuhmu. dan, aku menjelma tetesan darah dalam tubuhmu.
akulah air pertanda duka dalam hatimu. dan, aku menjelma airmata dalam pelupukmu.
akulah air penghapus dahagamu. dan, aku menjelma air dalam gelas minummu.
akulah air penyejuk setiap pagimu. dan, aku menjelma tetesan embun di setiap pagimu.
akulah air penghapus dosamu. dan, aku menjelma air dalam setiap wudlumu.
akulah air pendingin terik mentari dalam kemaraumu. dan, aku menjelma rinai hujan dalam musim penghujanmu.
akulah air sahabatmu, ketika kau mampu menjadi sahabatku.
dan, akulah air musuhmu, ketika kau hanya mampu menjadi musuhku.
ketika itu terjadi, aku akan menjelma air bah penyapu kehidupan di muka bumi. dan, aku menjelma tsunami.
- 23 Juli 2009 -
tentangmu
ingin ku tulis sebuah cerita tentang luka,
karena hanya itu yang ku bisa.
ingin ku tulis sebuah cerita tentang cinta,
tetapi aku tak pernah bisa.
ingin ku tulis sebuah cerita tentang dirimu,
karena rindu yang begitu menggebu.
ingin ku tulis sebuah cerita tentangmu,
karena hanya itu yang ku mampu.
dirimu,
keindahan bagiku.
dirimu,
tetaplah ada di hatiku.
meski waktu telah berlalu
dirimu,
semangat hidupku,
dirimu,
inspirasi terindahku
selalu.
dirimu,
biruku,
unguku,
kelabuku.
- 22 Juli 2009 -
* untukmu, semoga kau tahu *
karena hanya itu yang ku bisa.
ingin ku tulis sebuah cerita tentang cinta,
tetapi aku tak pernah bisa.
ingin ku tulis sebuah cerita tentang dirimu,
karena rindu yang begitu menggebu.
ingin ku tulis sebuah cerita tentangmu,
karena hanya itu yang ku mampu.
dirimu,
keindahan bagiku.
dirimu,
tetaplah ada di hatiku.
meski waktu telah berlalu
dirimu,
semangat hidupku,
dirimu,
inspirasi terindahku
selalu.
dirimu,
biruku,
unguku,
kelabuku.
- 22 Juli 2009 -
* untukmu, semoga kau tahu *
si benalu ayu
ku pernah jumpa seorang ratu. parasnya ayu, bermata sayu, dan kulitnya seputih susu. sayang, sang ratu berotak batu, berhati beku, dan bermulut dabu-dabu. mungkin saja, dalam darahmu juga mengalir shabu-shabu, hingga kau tak mampu menjaga perilaku.
ah, sepertinya sang baginda raja: ayahmu tak pernah memberimu pelajaran tentang tata krama.
ah, sepertinya sang baginda raja: ayahmu telah mendidik menjadi anak manja.
hingga dirimu menjelma ratu yang tak pandai menghargai waktu, laku, dan doku.
hingga dirimu menjelma ratu yang tak paham duka, nestapa, dan sengsara.
hingga dirimu menjelma ratu yang hanya gemar hura-hura, belanja, tamasya, foya-foya, dan suka ria.
ah, kau memang serupa ratu bagi ayahmu. beliau turuti segala pintamu.
sayang, dalam pandangku, kau serupa benalu yang hanya bisa menghisap susu dan madu dari atas singgasanamu.
ah, kau hanya benalu berparas ayu bermata sayu berkulit seputih susu.
benalu ayu itu kau
kau
kau
kau
entah kelak akan menjelma apa dirimu benalu ayu.
aku tak tahu.
maaf, aku pun tak mau tahu tentang itu.
terserah kau, benalu ayu.
- 19 Juli 2009 -
ah, sepertinya sang baginda raja: ayahmu tak pernah memberimu pelajaran tentang tata krama.
ah, sepertinya sang baginda raja: ayahmu telah mendidik menjadi anak manja.
hingga dirimu menjelma ratu yang tak pandai menghargai waktu, laku, dan doku.
hingga dirimu menjelma ratu yang tak paham duka, nestapa, dan sengsara.
hingga dirimu menjelma ratu yang hanya gemar hura-hura, belanja, tamasya, foya-foya, dan suka ria.
ah, kau memang serupa ratu bagi ayahmu. beliau turuti segala pintamu.
sayang, dalam pandangku, kau serupa benalu yang hanya bisa menghisap susu dan madu dari atas singgasanamu.
ah, kau hanya benalu berparas ayu bermata sayu berkulit seputih susu.
benalu ayu itu kau
kau
kau
kau
entah kelak akan menjelma apa dirimu benalu ayu.
aku tak tahu.
maaf, aku pun tak mau tahu tentang itu.
terserah kau, benalu ayu.
- 19 Juli 2009 -
si bekantan jantan
aku bukan lagi seorang perempuan lugu, yang dengan mudah kau tipu seperti dulu. tipumu sembilu menusuk ulu.
dan, aku hanya angin lalu bagimu. aku tahu itu dengan menjadi penonton atas sandiwara hidupmu.
ah, dasar lelaki tak punya malu. atau telah kau putus urat malumu ???
lelaki manis berbibir tipis dengan gawe sebagai jurnalis. sayang, hatinya bengis, pandang matanya sinis, dan mulutnya amis.
lelaki sadis, mengaku sebagai duda, telah bercerai dari istri tua. ah, ternyata itu hanya tipu daya. lagaknya saja seperti penakluk wanita, tetapi lebih tepat disebut lelaki nista.
lelaki nista, mulutnya penuh dusta. berkhianat pada istri tercinta hanya untuk menikmati gula-gula.
dan, aku bukan gula-gula yang bisa kau jilati dengan setengah hati.
aku adalah perempuan dengan nurani, yang pantang menyakiti hati kaumku demi penipu sepertimu.
aku adalah perempuan dengan nurani, yang berani memutuskan untuk melanjutkan peperanganku sendiri.
aku adalah perempuan, yang mampu bertahan meski sendirian. bukan sekadar wanita, yang mudah terjerat lidah penuh nista.
aku adalah perempuan, dan dirimu serupa bekantan, yang hanya mampu berperan sebagai pejantan, yang terbiasa hidup di dalam hutan, gemar bicara sembarangan, dan tak punya aturan.
- 18 Juli 2009 -
dan, aku hanya angin lalu bagimu. aku tahu itu dengan menjadi penonton atas sandiwara hidupmu.
ah, dasar lelaki tak punya malu. atau telah kau putus urat malumu ???
lelaki manis berbibir tipis dengan gawe sebagai jurnalis. sayang, hatinya bengis, pandang matanya sinis, dan mulutnya amis.
lelaki sadis, mengaku sebagai duda, telah bercerai dari istri tua. ah, ternyata itu hanya tipu daya. lagaknya saja seperti penakluk wanita, tetapi lebih tepat disebut lelaki nista.
lelaki nista, mulutnya penuh dusta. berkhianat pada istri tercinta hanya untuk menikmati gula-gula.
dan, aku bukan gula-gula yang bisa kau jilati dengan setengah hati.
aku adalah perempuan dengan nurani, yang pantang menyakiti hati kaumku demi penipu sepertimu.
aku adalah perempuan dengan nurani, yang berani memutuskan untuk melanjutkan peperanganku sendiri.
aku adalah perempuan, yang mampu bertahan meski sendirian. bukan sekadar wanita, yang mudah terjerat lidah penuh nista.
aku adalah perempuan, dan dirimu serupa bekantan, yang hanya mampu berperan sebagai pejantan, yang terbiasa hidup di dalam hutan, gemar bicara sembarangan, dan tak punya aturan.
- 18 Juli 2009 -
makianmu, masih tersimpan di dalam sini
makianmu, masih tersimpan di dalam sini. meninggalkan bekas torehan luka yang amat dalam.
makianmu, masih tersimpan di dalam sini. dan, aku masih belum bisa menyembuhkan luka yang menganga.
makianmu, masih tersimpan di dalam sini. masih terbayang kata-kata amarah dalam pelupuk mata.
makianmu
makianmu
makianmu
teruslah memakiku, jika itu memang membuat hatimu lega.
teruslah memakiku, meski itu membuat hatiku terluka.
teruslah
teruslah
teruslah
dan, aku yang akan mengalah
seperti biasa....
- 18 Juli 2009 -
makianmu, masih tersimpan di dalam sini. dan, aku masih belum bisa menyembuhkan luka yang menganga.
makianmu, masih tersimpan di dalam sini. masih terbayang kata-kata amarah dalam pelupuk mata.
makianmu
makianmu
makianmu
teruslah memakiku, jika itu memang membuat hatimu lega.
teruslah memakiku, meski itu membuat hatiku terluka.
teruslah
teruslah
teruslah
dan, aku yang akan mengalah
seperti biasa....
- 18 Juli 2009 -
Langganan:
Postingan (Atom)