Minggu, 24 Mei 2009

di ladang tebu, pagi itu.....

pagi itu
langit kelabu di atas ladang tebu

mungkin Tuhan sedang cemburu padaku
dengan selalu memberi biru di hatiku

Tuhan, biru itu untuk langitku
bukan untuk hatiku

Tuhan, tahukah diriMU?
ku teramat mencintaiMU
hapuskan cemburu di hatiMU
dan, hapus pula biru di hatiku

elegi mimpi

: ws


menyusuri kembali
rerimbunan hutan jati
mengais mimpi
membayar janji

entah telah berapa hati
tersakiti
entah telah berapa hari
terlampaui

aku masih di sini
menanti janji
yang kian tak pasti

aku masih di sini
ingin menyemai
bunga-bunga yg tumbuh di hati

aku masih di sini
ingin melihat senyummu kembali

meski hati tertusuk duri
nyeri ini biarlah ku nikmati
sendiri

hingga ajal menjemput diri

Kamis, 14 Mei 2009

perginya mentari

buat wawan sarudi



mentari itu telah pergi
meninggalkan mendung di hati

kelak, hujan akan membasahi bumi
tanpa pelangi mengakhiri

dan, aku hanya ingin berlari
tanpa henti
meninggalkan sepi
yang tak terperi

pergilah cinta

lelah


jengah


ingin ku menyerah
tapi ku belum kalah

harus ku hadapi setiap masalah
dan, bukan hanya pasrah

tetap ku harus memanah
telah ku asah mata panah
dan ku sandang busur panah
menentukan sasaran panah

ini peperangan ku
ini kurusetra ku

pergilah
pergilah
pergilah

ku hanya ingin memanah

tanpamu

karena kau
hanya bawa resah
hanya bawa gundah
hanya bawa susah

karena kau
hanya buatku kalah
hanya buatku tetirah
dalam lelah
dalam jengah
dalam pasrah

pergilah
ku tak ingin kalah

karena ayah
telah menempa seorang putri kecil
menjelma ksatria
tak kenal lelah, kalah, atau menyerah

selamat tinggal

untuk masa lalu



ketika jarak antara langit dan bumi hanya tinggal sejengkal
mana ada yang kekal

ku tak ingin lagi hidup dalam sesal

aku tak pernah menyesal
kita pernah kenal

pergilah, jika kau menyesal
kita pernah kenal
ketika adaku ternyata kau sangkal
atau kau kira aku gadis binal ???

semoga bahagiamu kekal
bersama gadis baru yang kau kenal

selamat tinggal

catatan lugu gadis kecilmu

untuk soni farid maulana



gadis kecil nan lugu
kadang tersenyum lucu
mendengar cerita-cerita rindumu
kadang menangis kelu
melihatmu tertunduk lesu
karena hatimu membiru

apalah dayaku
hanya gadis kecil dalam pandangmu
tetapi paham setiap kelu dalam hatimu

"kadang lidah memang pandai menari,
apalah daya langkah kaki tak sesuai, begitu pesan Bunda suatu hari."

jikalau sudah demikian adanya,
biarlah kelak Tuhan yang berbicara..
nantikanlah itu, Kanda...

gadis kecil nan lugu
akan tetap ada di sampingmu
mendendangkan lagu-lagu rindu
untuk menyemangatimu
untuk menghibur hatimu yang membiru
dalam bisu
pada sebuah catatan lugu

ah, cinta.....

ah, cinta yang berat
entah ini cinta atau sekadar hasrat
ada berat dalam dada, menjerat
saat kau terlalu dekat
dengan perempuan yang lebih memikat

ada berat dalam dada
saat kau anggap ku hanya teman semata
pahit melekat
menjerat

ah, cinta yang berat
lelah....

seperti cinta, seperti luka

seperti cinta pada luka
seperti cinta pada nelangsa
seperti cinta pada airmata

ah, ternyata sama
setelah ku sangka beda

luka yang sama
nelangsa yang sama
airmata yang sama

ah, kota yang sama
aku makin kehilangan hasrat
untuk kembali ke sana

entah, masih ada luka lama
yang menganga
atau luka yang baru saja
kau toreh semalam
tepat di tempat yang sama

Kamis, 07 Mei 2009

lelaki belia itu bernama .....

lelaki belia
yang pernah menawarkan cinta

ternyata hanya sesaat
memberikan tawa
setelahnya duka

tertinggal sendiri
di antara rerimbunan kayu putih
dalam sunyi
di antara batang-batang jati
menikmati nyeri
di antara rerimbunan ceri
menghayati kelu
di antara batang-batang tebu

menggelinding di antara
roda-roda kisah

ah, entah kapan kisah
akan bersambut....

ternyata, lelaki belia
yang pernah menawarkan cinta
hanya hadir sebatas fatamorgana

ketika suatu malam berkata:
"janganlah berharap,
karena aku bukan orang yang tepat"

ah, klise itu
telah ribuan kali menderu
di telingaku

tanpa jawab,
semua kembali senyap

berharap
berharap
berharap

salahkah berharap???

semangat ???

semangat
semangat
semangat

semangat yang sempat kau bakar dgn bara dalam hatimu

kini lenyap

semangat menghilang....

bersama sengat lebahmu

yang terbang bebas kembali
mencari
bunga-bunga cantik
di taman sari