pagi itu
langit kelabu di atas ladang tebu
mungkin Tuhan sedang cemburu padaku
dengan selalu memberi biru di hatiku
Tuhan, biru itu untuk langitku
bukan untuk hatiku
Tuhan, tahukah diriMU?
ku teramat mencintaiMU
hapuskan cemburu di hatiMU
dan, hapus pula biru di hatiku
Hidup itu pilihan, bergantung pada isi kepala dan hati Anda dalam menjalaninya (Ririe Rengganis).
Minggu, 24 Mei 2009
elegi mimpi
: ws
menyusuri kembali
rerimbunan hutan jati
mengais mimpi
membayar janji
entah telah berapa hati
tersakiti
entah telah berapa hari
terlampaui
aku masih di sini
menanti janji
yang kian tak pasti
aku masih di sini
ingin menyemai
bunga-bunga yg tumbuh di hati
aku masih di sini
ingin melihat senyummu kembali
meski hati tertusuk duri
nyeri ini biarlah ku nikmati
sendiri
hingga ajal menjemput diri
menyusuri kembali
rerimbunan hutan jati
mengais mimpi
membayar janji
entah telah berapa hati
tersakiti
entah telah berapa hari
terlampaui
aku masih di sini
menanti janji
yang kian tak pasti
aku masih di sini
ingin menyemai
bunga-bunga yg tumbuh di hati
aku masih di sini
ingin melihat senyummu kembali
meski hati tertusuk duri
nyeri ini biarlah ku nikmati
sendiri
hingga ajal menjemput diri
Kamis, 14 Mei 2009
perginya mentari
buat wawan sarudi
mentari itu telah pergi
meninggalkan mendung di hati
kelak, hujan akan membasahi bumi
tanpa pelangi mengakhiri
dan, aku hanya ingin berlari
tanpa henti
meninggalkan sepi
yang tak terperi
mentari itu telah pergi
meninggalkan mendung di hati
kelak, hujan akan membasahi bumi
tanpa pelangi mengakhiri
dan, aku hanya ingin berlari
tanpa henti
meninggalkan sepi
yang tak terperi
pergilah cinta
lelah
jengah
ingin ku menyerah
tapi ku belum kalah
harus ku hadapi setiap masalah
dan, bukan hanya pasrah
tetap ku harus memanah
telah ku asah mata panah
dan ku sandang busur panah
menentukan sasaran panah
ini peperangan ku
ini kurusetra ku
pergilah
pergilah
pergilah
ku hanya ingin memanah
tanpamu
karena kau
hanya bawa resah
hanya bawa gundah
hanya bawa susah
karena kau
hanya buatku kalah
hanya buatku tetirah
dalam lelah
dalam jengah
dalam pasrah
pergilah
ku tak ingin kalah
karena ayah
telah menempa seorang putri kecil
menjelma ksatria
tak kenal lelah, kalah, atau menyerah
jengah
ingin ku menyerah
tapi ku belum kalah
harus ku hadapi setiap masalah
dan, bukan hanya pasrah
tetap ku harus memanah
telah ku asah mata panah
dan ku sandang busur panah
menentukan sasaran panah
ini peperangan ku
ini kurusetra ku
pergilah
pergilah
pergilah
ku hanya ingin memanah
tanpamu
karena kau
hanya bawa resah
hanya bawa gundah
hanya bawa susah
karena kau
hanya buatku kalah
hanya buatku tetirah
dalam lelah
dalam jengah
dalam pasrah
pergilah
ku tak ingin kalah
karena ayah
telah menempa seorang putri kecil
menjelma ksatria
tak kenal lelah, kalah, atau menyerah
selamat tinggal
untuk masa lalu
ketika jarak antara langit dan bumi hanya tinggal sejengkal
mana ada yang kekal
ku tak ingin lagi hidup dalam sesal
aku tak pernah menyesal
kita pernah kenal
pergilah, jika kau menyesal
kita pernah kenal
ketika adaku ternyata kau sangkal
atau kau kira aku gadis binal ???
semoga bahagiamu kekal
bersama gadis baru yang kau kenal
selamat tinggal
ketika jarak antara langit dan bumi hanya tinggal sejengkal
mana ada yang kekal
ku tak ingin lagi hidup dalam sesal
aku tak pernah menyesal
kita pernah kenal
pergilah, jika kau menyesal
kita pernah kenal
ketika adaku ternyata kau sangkal
atau kau kira aku gadis binal ???
semoga bahagiamu kekal
bersama gadis baru yang kau kenal
selamat tinggal
catatan lugu gadis kecilmu
untuk soni farid maulana
gadis kecil nan lugu
kadang tersenyum lucu
mendengar cerita-cerita rindumu
kadang menangis kelu
melihatmu tertunduk lesu
karena hatimu membiru
apalah dayaku
hanya gadis kecil dalam pandangmu
tetapi paham setiap kelu dalam hatimu
"kadang lidah memang pandai menari,
apalah daya langkah kaki tak sesuai, begitu pesan Bunda suatu hari."
jikalau sudah demikian adanya,
biarlah kelak Tuhan yang berbicara..
nantikanlah itu, Kanda...
gadis kecil nan lugu
akan tetap ada di sampingmu
mendendangkan lagu-lagu rindu
untuk menyemangatimu
untuk menghibur hatimu yang membiru
dalam bisu
pada sebuah catatan lugu
gadis kecil nan lugu
kadang tersenyum lucu
mendengar cerita-cerita rindumu
kadang menangis kelu
melihatmu tertunduk lesu
karena hatimu membiru
apalah dayaku
hanya gadis kecil dalam pandangmu
tetapi paham setiap kelu dalam hatimu
"kadang lidah memang pandai menari,
apalah daya langkah kaki tak sesuai, begitu pesan Bunda suatu hari."
jikalau sudah demikian adanya,
biarlah kelak Tuhan yang berbicara..
nantikanlah itu, Kanda...
gadis kecil nan lugu
akan tetap ada di sampingmu
mendendangkan lagu-lagu rindu
untuk menyemangatimu
untuk menghibur hatimu yang membiru
dalam bisu
pada sebuah catatan lugu
ah, cinta.....
ah, cinta yang berat
entah ini cinta atau sekadar hasrat
ada berat dalam dada, menjerat
saat kau terlalu dekat
dengan perempuan yang lebih memikat
ada berat dalam dada
saat kau anggap ku hanya teman semata
pahit melekat
menjerat
ah, cinta yang berat
lelah....
entah ini cinta atau sekadar hasrat
ada berat dalam dada, menjerat
saat kau terlalu dekat
dengan perempuan yang lebih memikat
ada berat dalam dada
saat kau anggap ku hanya teman semata
pahit melekat
menjerat
ah, cinta yang berat
lelah....
seperti cinta, seperti luka
seperti cinta pada luka
seperti cinta pada nelangsa
seperti cinta pada airmata
ah, ternyata sama
setelah ku sangka beda
luka yang sama
nelangsa yang sama
airmata yang sama
ah, kota yang sama
aku makin kehilangan hasrat
untuk kembali ke sana
entah, masih ada luka lama
yang menganga
atau luka yang baru saja
kau toreh semalam
tepat di tempat yang sama
seperti cinta pada nelangsa
seperti cinta pada airmata
ah, ternyata sama
setelah ku sangka beda
luka yang sama
nelangsa yang sama
airmata yang sama
ah, kota yang sama
aku makin kehilangan hasrat
untuk kembali ke sana
entah, masih ada luka lama
yang menganga
atau luka yang baru saja
kau toreh semalam
tepat di tempat yang sama
Kamis, 07 Mei 2009
lelaki belia itu bernama .....
lelaki belia
yang pernah menawarkan cinta
ternyata hanya sesaat
memberikan tawa
setelahnya duka
tertinggal sendiri
di antara rerimbunan kayu putih
dalam sunyi
di antara batang-batang jati
menikmati nyeri
di antara rerimbunan ceri
menghayati kelu
di antara batang-batang tebu
menggelinding di antara
roda-roda kisah
ah, entah kapan kisah
akan bersambut....
ternyata, lelaki belia
yang pernah menawarkan cinta
hanya hadir sebatas fatamorgana
ketika suatu malam berkata:
"janganlah berharap,
karena aku bukan orang yang tepat"
ah, klise itu
telah ribuan kali menderu
di telingaku
tanpa jawab,
semua kembali senyap
berharap
berharap
berharap
salahkah berharap???
yang pernah menawarkan cinta
ternyata hanya sesaat
memberikan tawa
setelahnya duka
tertinggal sendiri
di antara rerimbunan kayu putih
dalam sunyi
di antara batang-batang jati
menikmati nyeri
di antara rerimbunan ceri
menghayati kelu
di antara batang-batang tebu
menggelinding di antara
roda-roda kisah
ah, entah kapan kisah
akan bersambut....
ternyata, lelaki belia
yang pernah menawarkan cinta
hanya hadir sebatas fatamorgana
ketika suatu malam berkata:
"janganlah berharap,
karena aku bukan orang yang tepat"
ah, klise itu
telah ribuan kali menderu
di telingaku
tanpa jawab,
semua kembali senyap
berharap
berharap
berharap
salahkah berharap???
semangat ???
semangat
semangat
semangat
semangat yang sempat kau bakar dgn bara dalam hatimu
kini lenyap
semangat menghilang....
bersama sengat lebahmu
yang terbang bebas kembali
mencari
bunga-bunga cantik
di taman sari
semangat
semangat
semangat yang sempat kau bakar dgn bara dalam hatimu
kini lenyap
semangat menghilang....
bersama sengat lebahmu
yang terbang bebas kembali
mencari
bunga-bunga cantik
di taman sari
Langganan:
Postingan (Atom)